Dari Tidore untuk Indonesia: Rora Ake Dango (5)

Setelah hari sebelumnya dimeriahkan bazar, petang ini (9/4/2017) kami kembali naik ke Sonine Gurua (Gurabunga).

Kondisinya sedikit berbeda dibandingkan acara semalam. Ada beberapa perubahan dekorasi, menyesuaikan tema acara malam ini.

Kursi-kursi tamu undangan di bawah tenda menghadap ke arah masjid. Ke arah Gunung Marijang. Filosofinya adalah memohon berkah Yang Maha Kuasa, sebagai rasa syukur akan gunung yang menghidupi Gurabunga.

Read More

Desa Gurabunga Tidore

Dari Tidore untuk Indonesia: Meriung di Kaki Gunung (4)

Acara malam di Gurabunga (8/4/2017) itu termasuk rangkaian awal Festival Hari Jadi Tidore ke-909. Jadi, sebuah gelaran seni dan budaya. Namun, bukan hanya itu saja yang merebut daya pikat kami.

Ada dua tenda utama di tengah lapangan. Satu tenda menghadap timur. Ke arah panggung. Di bawahnya berderet rapi kursi-kursi plastik serta sofa untuk tamu kehormatan.

Satu tenda lainnya ada di sisi utara, dekat dengan pagar SD Negeri Gurabunga. Di sanalah bazar kuliner berada.

Read More

Tarian Kapita khas Tidore

Orang-orang Gurabunga

Seorang anak seusia Sekolah Dasar (SD) sedang duduk di atas rumput. Mengamati teman-temannya yang lain sedang main bola sore itu. ‘Tiang-tiang’ gawangnya hanya sandal lusuh yang ditumpuk-tumpuk. Panjang ‘arena’ permainannya tak sampai 20 meter.

Saya yang awalnya hanya memotret mereka, mendadak berubah pikiran. “Adik, saya boleh ikut?” Tanya saya ke mereka.

Sesaat mereka saling memandang, lalu salah satu di antaranya berseru, “Kakak gabung di tim sana!” Bocah berambut cepak itu menunjuk ke arah gawang sandal yang dekat dengan pagar SD Negeri Gurabunga. Saya menjadi lawannya, sedangkan seorang anak SD yang dari tadi hanya duduk mengamati, ikut bergabung di tim bocah berambut cepak itu.

Bagi saya, diterima bermain bola di antara mereka adalah satu dari banyak kebaikan yang saya terima di Gurabunga.

Read More