Menetapkan Langkah: Catatan dari Ecotourism Master Class Batch V (bagian ketiga)

Hari itu (20/1/2022) peserta Ecotourism Master Class Batch V dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing akan praktik menyusun konten paket ekowisata yang akan dijual. Menentukan atraksi utama dan penunjang di dalamnya, bergantung pada target wisatawan yang dituju.

Ada sejumlah tema yang bisa dipilih, di antaranya alam, budaya, hingga kuliner. Setiap kelompok dibebaskan merancang rencana perjalanan wisata dan destinasi mana pun. Ada beberapa petunjuk kunci, yaitu memuat konten kegiatan wisata yang dilakukan, gambaran singkat pengalaman seperti apa yang akan dialami wisatawan, dan siapa yang bertanggung jawab dalam paket tersebut. Selain itu, atraksi wisata yang dilakukan harus memiliki dasar yang jelas, serta durasi waktu yang efektif, dan efisien.

Ekowisata senantiasa berbicara tentang detail. Dari hulu ke hilir. Ladang untuk berkolaborasi, bahu-membahu membangun paradigma berwisata yang ramah lingkungan. Bagi sebagian orang, ruh sejati ekowisata mungkin akan memberatkan. Terutama untuk yang hanya mengejar materi semata. Hanya mau uang cepat, begitu Pak Nurdin Razak mengibaratkan.

Read More

Menentukan Arah: Catatan dari Ecotourism Master Class Batch V (bagian kedua)

Hari kedua dimulai lebih pagi. Saya, Pak Nurdin Razak beserta istri, tiba ketika petugas kebersihan masih mengepel teras dan menyapu taman LPPM Unnes. Sejam lebih awal daripada hari sebelumnya. Bulir-bulir embun pun masih menggelayut manja di pucuk-pucuk rerumputan.

Ini karena keinginan kami untuk keliling kompleks universitas bervisi konservasi itu. Gayung bersambut. Bu Eta—sapaan akrab Bu Margareta—dan Bu Nana menjadi pemandu tur kampus dadakan. Naik mobil listrik yang disopiri Fachrudin, seorang satpam Unnes.

Kami diperlihatkan gedung rektorat, fakultas-fakultas dan sejumlah fasilitas yang dimiliki Unnes. Termasuk “aset-aset” alami seperti pepohonan, penyebab teduhnya kampus. Bu Eta bilang, itu buah satu dasawarsa melakukan penghijauan besar-besaran. Dari gersang menjadi rindang.

Read More
Ecotourism Master Class Batch V Universitas Negeri Semarang

Menghidupkan Gairah: Catatan dari Ecotourism Master Class Batch V (bagian pertama)

Semarang sore itu tidak menyambut saya dengan lumpia, tapi hujan yang tak putus mengguyur sejak Kota Magelang. Dan juga ucapan ‘selamat datang’; tertera pada gapura bagian dalam kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Indonesia. Selasar beraspal di depannya adalah tempat saya turun dari shuttle bus Joglosemar trayek Jogja—Semarang. Persis di seberang pom bensin yang biasa disebut ‘SPBU Akpol’.

Karena curahan dari langit tak kunjung reda, saya sebisa mungkin berteduh di bawah gapura luar akademi. Merapat ke pagar besi keemasan menjulang yang terkunci rapat.

Read More