Mbak Donna beserta suami melepas kepergian saya di stasiun KRL Universitas Indonesia. Tak lupa salam pamit dan harapan agar kembali bersua di lain hari. Entah itu saya yang kembali ke Depok, atau mereka yang akan ke timur, tempat saya lebih banyak menghabiskan awal usia. Gerbong KRL menuju Bogor pagi itu tak terlalu ramai. Saya dapat menemukan beberapa tempat yang kosong untuk diduduki.
Baru kemarin menginjakkan kaki pertama kali di Bogor, hari ini saya kembali. Cuaca tak secerah kemarin, Gunung Halimun dan Gunung Salak masih tertutup kabut. Segera saya melangkah keluar dari stasiun, menuju sisi bawah jembatan penyeberangan. Laladon, itu tujuan saya yang pertama.
“Ladon! Ladon! Ladon! Ayo, yang Laladon!” pekik suara para calo angkot. Suaranya seolah tak mau kalah dengan deru mesin atau klakson angkot itu sendiri. Selembar uang 5.000 rupiah berpindah dari tangan sopir ke calo tersebut. Sebagai upah, karena dia telah “berjasa” memasukkan penumpang ke angkotnya.
Lanjutkan membaca “#BloggerWalking: Jalan-jalan ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Bagian 5)”













