Saya lupa hari apa saat itu.
Pembimbing lapang saya (Kasi Pangan di dinas) sedang kunjungan lapang ke kecamatan-kecamatan. Saya mohon izin untuk keliling ke arah Kecamatan Arjosari dan Nawangan, sekitar 45 km dari kota Pacitan. Selain melihat kondisi dan sistem pertanian di sana, saya penasaran dengan sebuah monumen yang terletak di atas bukit. Sebuah monumen yang benar-benar menggambarkan betapa terhormatnya pribadi yang tertancap kokoh, menjulang tinggi.
Lanjutkan membaca “Duhai Jenderal Besar, Kami Merindukanmu”

